skip to main |
skip to sidebar
Tak ku sangka
deting waktu begitu kejam
memaksa melupakan debir ombak yang kian menghilang di telan gemuruh belakangan
melupakan tanah yang dulunya aku berlari di atas cadas-cadas yang melukai kaki kecilku
Tak kusangka
Dunia demikian kejam
menyuruhku melupakan negri yang pernah ku singahi
Mengapa harus melupakan?
semua deting-deting yang telah terjadi ?
mengapa ?
apakah bola dunia akan berhenti berotasi?
kekhasan aceh
bintang
hanya hamba hina
Selasa, 30 Agustus 2011
RINDU BUAT IBU
Di matamu terukir seribu pahatan peristiwa
yang tersimpan dalam dada
Tersanjak selaksa kisah
yang menerpa di kaki-kaki yang kian tabah
ibu...
Engkau telah mengerti makna jalan pelangi
ibu ...
Engkau telah paham jurang-jurang kehidupan
dalam keheningan rindu yang membucah sang malam
dalam kepekatan yang di pertandingan oleh sang raja siang-malam
ku ucap kata rindu
ini anakmu yang akan pulang nanti saat tak ada lagi kelabu
yang tersimpan dalam dada
Tersanjak selaksa kisah
yang menerpa di kaki-kaki yang kian tabah
ibu...
Engkau telah mengerti makna jalan pelangi
ibu ...
Engkau telah paham jurang-jurang kehidupan
dalam keheningan rindu yang membucah sang malam
dalam kepekatan yang di pertandingan oleh sang raja siang-malam
ku ucap kata rindu
ini anakmu yang akan pulang nanti saat tak ada lagi kelabu
Senin, 29 Agustus 2011
ACEH :) SANG MEMBARA
Aceh kayaknya nggak pernah sepi dari konflik. Tanah Rencong ini benar-benar subur banget dengan pergolakan. Nggak percaya? Sejak kamu bisa melek, mungkin cerita yang disodorkan tentang Aceh adalah kekerasan. Sangat boleh jadi, kisah tentang kampung halamannya Tjut Nyak Dien ini adalah sebuah pergolakan, yang tentunya pula dibumbui dengan adegan berdarah-darah. Yup, Aceh memang bersimbah darah.
Sobat muda muslim, kita pengen ngajak kamu berpikir politis dalam kasus ini. Tapi bukan berarti kudu terjun ke dunia politik praktis ya? Kita sekadar ngajak kamu berpikir politis. Anak muda kudu hebat dong dalam masalah ini. Supaya nggak identik terus dengan urusan hura-hura dan miskin idealisme. Inilah saatnya membangun imej baru tentang kiprah remaja Islam euy! Remaja pun kudu ngeh politik. Oke?
Oke deh, sekadar tahu aja bahwa pergolakan Aceh belakangan ini, kian menjadi-jadi setelah GAM diproklamirkan pada 4 Desember 1976. Gerakan Aceh Merdeka ini getol banget merongrong kedaulatan NKRI. Sejak berdirinya sampe sekarang, telah bikin pusing pemerintah negeri ini. Kalo dulu GAM berniat ngomporin rakyat Aceh untuk hengkang dari Indonesia dan menerapkan aturan sendiri berdasarkan Islam, kini tujuan GAM yang paling kentara adalah memisahkan diri, tanpa embel-embel menerapkan syariat Islam. Emang sih, kudu diakui bahwa GAM udah terpecah ke dalam beberapa kelompok. Celakanya, GAM yang pro-Syariat Islam pimpinan Daud Beureueh sudah mati muda. Mereka kalah bersaing dengan GAM versi Hasan Tiro yang lebih primordialisme (baca: semangat kesukuan). Inilah yang sekarang memainkan peran besar di Aceh.
Untuk menumpas GAM, pemerintah orba yang dikomandani Pak Harto menyatakan Aceh sebagai DOM alias Daerah Operasi Militer. Karuan aja, ini ikut memperburuk situasi Aceh, khususnya rakyat Aceh yang mungkin masih kebingungan. Dalam situasi seperti itu, pihak ketiga (baca: pihak asing yang berlindung di balik berbagai LSM) gemar juga memancing di air keruh. Hasilnya, sentimen rakyat Aceh terbakar dan mereka juga ikut-ikutan ingin memerdekakan diri dari negeri ini. Gawat!
Nah, karena situasinya makin menjadi-jadi dengan beragamnya visi rakyat Aceh dalam memandang persoalan ini; ada yang masih pro-Syariat Islam, juga ada yang masih betah dengan semangat kesukuan, akhirnya diambil jalan tengah oleh pemerintah. Yup, didirikanlah NAD, Nangroe Aceh Darussalam pada tahun 2000. Tapi ini nggak memupus semangat GAM versi Hasan Tiro, yang secara politis bertujuan untuk melepaskan diri dari Indonesia. Buktinya, juru bicara GAM di luar negeri yang bermarkas di Swedia, Bachtiar Abdullah, menyatakan bahwa otonomi khusus hanyalah merupakan basis negosiasi, tetapi tidak mengikis harapan untuk merdeka (Media Indonesia, 23/8/2002) Nah lho, ternyata memang perjuangan GAM itu nggak identik lagi dengan semangat Islam.
Itu sebabnya, meski udah dikasih hak otonom, GAM tetap bikin masalah. Perundingan demi perundingan dengan pemerintah RI terus digelar. Tapi rupanya perundingan hanya mengulur waktu bagi GAM untuk menyiapkan amunisi baru. Pertempuran pun kerap terjadi. Emang sih, dalam kondisi seperti itu kita sulit menentukan siapa yang mulai; GAM atau justru TNI? Yang jelas, masa depan Aceh kian tak pasti.
Nah, rupanya pemerintah RI udah habis kesabarannya dalam perang dingin dengan GAM ini, maka digelarlah operasi militer di propinsi paling Barat negeri ini. Pada minggu malam 18 Mei lalu, Presiden mengeluarkan Keppres nomor 28 tahun 2003 yang menyatakan bahwa seluruh Propinsi Nangroe Aceh dalam keadaan bahaya dengan tingkatan darurat militer. Keppres tersebut berlaku efektif sejak pukul 00.00 WIB tanggal 19 Mei 2003; berlaku selama enam bulan dan dapat diperpanjang. Keppres tersebut menandai dimulainya operasi terpadu. ‘Terpaksa’ deh dikeluarkan menyusul gagalnya pertemuan antara Pemerintah dan GAM dengan mediator Henry Dunant Centre (HDC) dan negara-negara donor (AS, Uni Eropa, Jepang, dan Bank Dunia) di Tokyo, Jepang.
Sobat muda muslim, persoalan Aceh adalah persoalan kaum muslimin seluruh dunia. Ya, seperti halnya Palestina, Afghanistan, Irak, Kashmir, dan yang lainnya. Why? Karena tanah ini adalah bagian dari kawasan kaum muslimin yang tidak boleh jatuh sedikit pun ke dalam pelukan penjajah. Itu sebabnya, keterlibatan pihak asing dalam kasus ini harus dicegah.
Mengapa kudu dicegah? Sebab, intervensi asing berarti alarm tanda bahaya. Jangan kaget, sebab mereka emang doyan ngacak-ngacak keutuhan sebuah negara. Catet itu…
Mengapa kudu dicegah? Sebab, intervensi asing berarti alarm tanda bahaya. Jangan kaget, sebab mereka emang doyan ngacak-ngacak keutuhan sebuah negara. Catet itu…
Sekilas sejarah Islam di Aceh
Sobat muda muslim, secara historis masuknya Islam ke Indonesia, khususnya via Aceh beragam banget versinya. But, ada pendapat yang tergolong 'radikal', menyebutkan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui Aceh sejak abad pertama hijriah, berarti telah ada sejak abad 7 atau 8 masehi. Bahkan dalam naskah tua berjudul Idharul Haq tulisan Ibnu Ishak al-Makarany, disebutkan Islam masuk ke Indonesia tahun 173 H.
Sobat muda muslim, secara historis masuknya Islam ke Indonesia, khususnya via Aceh beragam banget versinya. But, ada pendapat yang tergolong 'radikal', menyebutkan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui Aceh sejak abad pertama hijriah, berarti telah ada sejak abad 7 atau 8 masehi. Bahkan dalam naskah tua berjudul Idharul Haq tulisan Ibnu Ishak al-Makarany, disebutkan Islam masuk ke Indonesia tahun 173 H.
Sebagi tambahan, kamu bisa cek dalam website resmi milik pemerintah daerah Aceh, www.bandaaceh.go.id, di situ dipaparkan sedikit tentang Aceh. Disebutkan bahwa, Islam masuk ke Indonesia pada akhir abad pertama hijriah dipantai-pantai Tanah Aceh sepanjang Selat Malaka yang dibawa oleh para pedagang Arab dan Persia dalam perjalanan niaga menuju ke Timur Jauh dan singgah di Tanah Aceh untuk berniaga serta memperbaiki kapal mereka.
Pada akhir abad kedua hijriah, barulah Islam secara terang-terangan di syiarkan oleh para pendakwah yang bertolak dari Teluk Persia menyinggahi Teluk Kambey (India sekarang) dan mendarat di Bandar Perlak tahun 173 hijriah. Tahun 225 H tepatnya pada hari Selasa tanggal 1 Muharram 225 H diproklamirkan Kerajaan Islam Perlak sebagai Kerajaan Islam Pertama di Asia Tenggara dengan raja pertamanya Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah.
Setelah Kerajaan Islam Peureulak, barulah berdiri Kerajaan Islam Samudera Pase, Kerajaan Aceh Darussalam dan Kerajaan-kerajaan Islam lainnya di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.
Dari penemuan batu-batu nisan di Kampung Pande salah satu dari batu nisan tersebut terdapat batu nisan Sultan Firman Syah cucu dari Sultan Johan Syah, maka terungkaplah keterangan bahwa Banda Aceh adalah ibukota Kerajaan Aceh Darussalam yang dibangun pada hari Jum'at, tanggal 1 Ramadhan 601 H ( 22 April 1205 M) yang dibangun oleh Sultan Johan Syah setelah berhasil menaklukkan Kerajaan Hindu/Budha Indra Purba dengan ibukotanya Bandar Lamuri.
Yup, ekspansi besar-besaran yang dilakukan Khilafah Islamiyah ternyata mampu menembus kawasan paling barat negeri ini, sekarang bermana Aceh. Emang sih, dalam naskah-naskah kuno disebutkan kerajaan Aceh, padahal yang dimaksud adalah kesultanan. Bukan kerajaan. Beda lho. Maklum, pemahaman tentang pemerintahan saat itu di benak rakyat Indonesia adalah kerajaan. Karena sistem kerajaan udah ada sebelum Islam datang.
Pengaruh Islam yang begitu kuat telah membuat rakyat negeri ini mengenal konsep Islam politik. Ulama sekelas Ibnu Battuta pun pernah mengunjungi negeri yang dijuluki Serambi Mekah ini. Samudra Pasai dan Perlak menjadi bagian terpenting dalam penerapan syariat Islam di bumi Nusantara. Paling nggak ada bukti-bukti historis yang menunjukkan bahwa Islam mewarnai kehidupan masyarakat ketika Samudra Pasai dan Perlak berdiri.
Menurut Prof. Ali Hasymi dalam bukunya "Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia" (hlm. 149), menuliskan bahwa mata uang asli tertua di kepulauan Nusantara--digunakan Kerajaan Samudra Pasai—menggunakan logam emas, perak, dan timah. Satuan dirham digunakan untuk emas, kupang (perak), dan keuh (timah). Ini adalah bukti pengaruh Khilafah Islamiyah yang menjadikan emas dan perak sebagai alat tukar dalam jual-beli.
Sobat muda muslim, sejarah terus menggelinding. Perkembangan berikutnya, mulai abad ke-13, Islam atau paling nggak Kesultanan Islam Aceh mulai mengembangkan wilayah pemerintahan Islamnya ke daerah Aru, Bengkulu, Pariaman, Malaka, Johor, Kedah, Pahang dan Perak. Bahkan di bidang hukum pun telah terbukti Islam menjadi bagian yang mewarnai Kerajaan Melayu Malaka. Liaw Yok Fang, menuliskan dalam bukunya "Undang-undang Malaka", KITLV, Leiden 1976 bahwa ada hukum Qanun Malaka, di sini terbukti bahwa hukum-hukum Islam dipergunakan dalam Kerajaan Melayu Malaka. Di bidang politik, Ibnu Battuta mendapati bahwa Samudra Pasai sebagai kesultanan Islam pertama yang berdiri di dunia melayu, telah mempunyai hubungan luar negeri.
Hukum Islam, terbukti telah menjadi pilihan pemerintahan kerajaan-kerajaan Nusantara untuk diterapkan. Namun ketika era itu surut, maka lemahlah kekuatan kaum muslimin. Menurut sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara dalam bukunya "Menemukan Sejarah", ketika kekuatan politik Islam di Indonesia runtuh, para Sultan dipaksa Belanda untuk melepas simbol kesultanannya sekaligus meninggalkan syariat Islam. Menyedihkan!
Selamatkan Aceh!
Sobat muda muslim, cara inilah yang kudu kita lakukan. Bukan apa-apa, Aceh adalah bagian dari tanah kaum muslimin. Sebab, gimana pun juga, Indonesia adalah negeri kaum muslimin. Dan satu pun wilayah negeri kaum muslimin di dunia ini tak boleh jatuh ke tangan kaum penjajah. Itu sebabnya, pemerintah wajib menumpas seluruh gerakan separatisme yang memang didanai besar oleh negeri-negeri Eropa dan juga Amerika. Dan itulah musuh Islam yang sesungguhnya. Cuma mereka berlindung di tubuh GAM, OPM (yang menuntut kemerdekaan bagi Papua), juga RMS yang memiliki link langsung ke negerinya Ruud van Nistelrooy terus merongrong kedaulatan negeri ini. Payahnya, pemerintah Indonesia lambat banget ngasih respon. Hasilnya, gerakan separatis itu keburu beranak-pinak dan kian menggelembungkan kekuatannya. Nah lho.
Sobat muda muslim, cara inilah yang kudu kita lakukan. Bukan apa-apa, Aceh adalah bagian dari tanah kaum muslimin. Sebab, gimana pun juga, Indonesia adalah negeri kaum muslimin. Dan satu pun wilayah negeri kaum muslimin di dunia ini tak boleh jatuh ke tangan kaum penjajah. Itu sebabnya, pemerintah wajib menumpas seluruh gerakan separatisme yang memang didanai besar oleh negeri-negeri Eropa dan juga Amerika. Dan itulah musuh Islam yang sesungguhnya. Cuma mereka berlindung di tubuh GAM, OPM (yang menuntut kemerdekaan bagi Papua), juga RMS yang memiliki link langsung ke negerinya Ruud van Nistelrooy terus merongrong kedaulatan negeri ini. Payahnya, pemerintah Indonesia lambat banget ngasih respon. Hasilnya, gerakan separatis itu keburu beranak-pinak dan kian menggelembungkan kekuatannya. Nah lho.
Jadi, jalan untuk menyelamatkan Aceh adalah menumpas seluruh gerakan yang menginginkan Aceh terpisah. Penjajah memang begitu. Hobinya bikin ulah. Catatan sejarah, negara-negara Barat, khususnya Inggris dan AS, sering berada di balik aksi separatisme. Ambil contoh, Amerikalah yang ada di balik munculnya separatis Kristen di Sudan; AS juga menyokong separatis Kurdi di Irak. Dalam kasus PRRI/Permesta, tertangkap salah satu pilot Amerika. Sejarah juga mencatat bahwa Inggrislah yang paling kenceng dalam mengacak-ngacak negeri-negeri Arab yang bergabung di bawah kesatuan Khilafah Utsmaniyah di Turki.
Itu sebabnya, untuk menyelamatkan Aceh pun jangan mengikutsertakan mereka. Bahaya! Allah Swt. berfirman: Allah sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai kaum Mukmin. (QS an-Nisa’ [4]: 141)
Sobat muda muslim, Allah juga mengharamkan menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong kaum muslimin. Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong dengan meninggalkan orang-orang Mukmin. Inginkah kalian mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksa kalian). (QS an-Nisa’ [4]: 144)
Oke deh, Aceh kini membara. Tapi, moga-moga saja menjadi bara yang terakhir. Setelah itu, nggak ada lagi pergolakan. Pengen aman lagi? Terapkan syariat Islam di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Insya Allah kejayaan Islam akan kembali kita raih. Percayalah dan tetep semangat. Allahu Akbar! ?
Kamis, 25 Agustus 2011
Harus melupakan ...
Tak ku sangka
deting waktu begitu kejam
memaksa melupakan debir ombak yang kian menghilang di telan gemuruh belakangan
melupakan tanah yang dulunya aku berlari di atas cadas-cadas yang melukai kaki kecilku
Tak kusangka
Dunia demikian kejam
menyuruhku melupakan negri yang pernah ku singahi
Mengapa harus melupakan?
semua deting-deting yang telah terjadi ?
mengapa ?
apakah bola dunia akan berhenti berotasi?
serba-serbi opini
Opini
Jalan tikus menuju antrean kekuasaan
Oleh Nita juniarti
saat ini, puluhan pasangan calon yang telah mengajukan diri menjadi pemimpin setiap daerah. Konon, bulan mendatang akan di laksanakannya pilkada dan pemilihan bupati. Bukan rahasia jika ada yang telah menjadi pejabat ada yang mencoba peruntungan di pemilu mendatang, istilahnya sih 'mana tau terpilih lagi'. Jika mencontoh negara maju seperti Amerika serikat, menjadi presiden saja mereka enggan dua kali apalagi pejabat-pejabat di tingkat dua istilahnya sih "gak banget, masih ada kesempatan orang lain". Padahal prilaku masa lalu saat mereka menjabat tidak etis merupakan pelajaran pahit yang harus selalu di ingat. Tentu saja setiap media telah merekam apa saja jalan "tikus" yang mereka gunakan untuk mengalahkan lawan-lawan politiknya hingga mereka menjabat. Yang di maksud jalan "tikus" di sini adalah jalan pintas menuju antrean kekuasaan, karena bukan satu dua orang yang mencalonkan diri menjadi pejabat tinggi negeri ini namun ada beberapa calon, yang tentu saja siapa yang lebih lincah mengambil perhatian masyarakat awam dengan "uang receh" saja bisa menjadi gebernur,bupati dan sebagainya. Banyaknya orang yang ingin menjabat dan banyaknya calon yang mendaftar tidak
menutup kemungkinan banyaknya jalan "tikus" yang mereka gunakan guna menuntaskan antrean panjang lawan-lawan politik mereka.
Kata-kata saja tak cukup
Saat kampanye begitu banyak para calon pemimpin kita mengubar "janji manis" yang sepertinya hanya terucap lewat kata-kata saja yang sering kali saat mereka menjabat, janji tersebut seolah tak pernah ada. Begitu banyak yang mengatakan bahwa dengan menjadi wakil pejabat bisa di lakukan pengabdian kepada masyarakat luas padahal terkadang kata-kata itu hanya jalan "tikus" untuk mengelabui para rakyat awam yang tidak mengetahui bagaimana sebenarnya pemimpin yang akan membagun Negeri ini. Bukan sekedar kata-kata melakukan pengabdian yang berupa usaha untuk menuntaskan problematika dalam kehidupan rakyat yang akan di pimpinnya nanti setelah dia terpilih.
Orang yang tidak mengunakan jalan "tikus" dibutuhkan untuk membangun Aceh
Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang kaya akan sumberdaa alam, namun miskin dengan sumber daya manusia, hal ini merupakan tugas dari para pemimpin yang akan menjabat di masa akan datang karena untuk membangun Aceh di butuhkan orang-orang yang berjiwa sehat yang menganggap bahwa setiap orang Aceh berhak
Mendapatkan kelayakan hidup, jika memang dia pinter di pekerjakan pada instansi untuk kesejahteraan kehidupan bermasyarakat. Sehingga tidak ada suatu daerah lebih maju dari pada daerah yang lain, maksudnya setiap wilayah menerima kesejahteraan sosial yang merata.
Kita berharap, semua yang menjadi pejabat di Aceh adalah orang-orang yang benar-benar murni yang tidak menggunakan 'jalan tikus' menuju kekuasaan yang di impikannya, orang yang akan menjabat tersebut adalah orang yang berwatak pengabdian pada masyarakat. Dengan demikina besar harapan yang akan menjabat adalah orang yang mmpu meningkatkan kualitas pembangunan,pendidikan,kesehatan sekaligus pemberdayaan tenaga kerja manusia profesional di bidangnya serta menggunakan cara-cara yang baik bukan dengan jalan kelicikan hayauntuk medaptkan sebuah kursi yang akhirnya bukan menimbulkan kesejahteraan malah kebencian dari masyakat saat dia selesai menjabat.Kita harap masyarakat sendiripun bisa bijak memilih pemimpin yang akan memimpin Aceh dalam 5 tahun yang akan datang.
a
Kamis, 18 Agustus 2011
islam di aceh
Aceh terletak di ujung pulau sumatera Indonesia, tahun 2010 penduduk Aceh berkisar 3.8 juta jiwa. masyarakatnya kebanyakan muslim bahkan hampir 100%. orang Aceh dikenal sanagt Agamis, fanatiknya terhadap agama sangat luar biasa. hingga terkadang lahir seloroh "biar tak sembahnyang yang pentin agamanya Islam, KTPnya Islam. sejarah masuknya agama Islam ke Aceh diperkiran semenjak abad ke 3 Hijriah atau sekitar abab 10 masehi. dimana sebagian para peniaga dari negara Arab, India datang ke Aceh untuk berniaga. mungkin karena budinya baik, pekertinya luhur sehingga orang Aceh mengambilnya sebagai sebuah kemajuan perdaban. mungki juga Indonesia Begitu. hanya saja sedikit bercampur dengan agama hindu. jika dilihat dari kesukuan Aceh termasuk suku melayu raya.sama seperti kebanyakan penduduk Indonesia pada umumnya.akan tetapi Aceh memiliki bahasanya sendiri yang sebahgian besarnya di ambil dari bahasa Melayu. ini bisa terlihat dalam berbagai penuturan orang Aceh.
Minggu, 07 Agustus 2011
Kerajaan Islam
Islam sebagai sebuah pemerintahan hadir di Indonesia sekitar abad ke-12, namun sebenarnya Islam sudah sudah masuk ke Indonesia pada abad 7 Masehi. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani Umayyah di Asia Barat sejak abad 7.[4]
Menurut sumber-sumber Cina menjelang akhir perempatan ketiga abad 7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab muslim di pesisir pantai Sumatera. Islam pun memberikan pengaruh kepada institusi politik yang ada. Hal ini nampak pada Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Bani Umayyah meminta dikirimkan da'i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Surat itu berbunyi: “Dari Raja di Raja yang adalah keturunan seribu raja, yang isterinya juga cucu seribu raja, yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah, yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil, kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Allah. Saya telah mengirimkan kepada anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.” Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama 'Sribuza Islam'. Sayang, pada tahun 730 M Sriwijaya Jambi ditawan oleh Sriwijaya Palembang yang masih menganut Budha.[5]
Islam terus mengokoh menjadi institusi politik yang mengemban Islam. Misalnya, sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225 H atau 12 November 839 M. Contoh lain adalah Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440. Rajanya seorang Muslim bernama Bayanullah.
Kesultanan Islam kemudian semikin menyebarkan ajaran-ajarannya ke penduduk dan melalui pembauran, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir abad ke-16 di Jawa dan Sumatera. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoritas Hindu. Di kepulauan-kepulauan di timur, rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut.
Penyebaran Islam dilakukan melalui hubungan perdagangan di luar Nusantara; hal ini, karena para penyebar dakwah atau mubaligh merupakan utusan dari pemerintahan Islam yang datang dari luar Indonesia, maka untuk menghidupi diri dan keluarga mereka, para mubaligh ini bekerja melalui cara berdagang, para mubaligh inipun menyebarkan Islam kepada para pedagang dari penduduk asli, hingga para pedagang ini memeluk Islam dan meyebarkan pula ke penduduk lainnya, karena umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kerajaan Islam penting termasuk di antaranya: Kerajaan Samudera Pasai, Kesultanan Banten yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Eropa, Kerajaan Mataram, Kerajaan Iha, Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku.
Menurut sumber-sumber Cina menjelang akhir perempatan ketiga abad 7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab muslim di pesisir pantai Sumatera. Islam pun memberikan pengaruh kepada institusi politik yang ada. Hal ini nampak pada Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Bani Umayyah meminta dikirimkan da'i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Surat itu berbunyi: “Dari Raja di Raja yang adalah keturunan seribu raja, yang isterinya juga cucu seribu raja, yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah, yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil, kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Allah. Saya telah mengirimkan kepada anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.” Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama 'Sribuza Islam'. Sayang, pada tahun 730 M Sriwijaya Jambi ditawan oleh Sriwijaya Palembang yang masih menganut Budha.[5]
Islam terus mengokoh menjadi institusi politik yang mengemban Islam. Misalnya, sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225 H atau 12 November 839 M. Contoh lain adalah Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440. Rajanya seorang Muslim bernama Bayanullah.
Kesultanan Islam kemudian semikin menyebarkan ajaran-ajarannya ke penduduk dan melalui pembauran, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir abad ke-16 di Jawa dan Sumatera. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoritas Hindu. Di kepulauan-kepulauan di timur, rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut.
Penyebaran Islam dilakukan melalui hubungan perdagangan di luar Nusantara; hal ini, karena para penyebar dakwah atau mubaligh merupakan utusan dari pemerintahan Islam yang datang dari luar Indonesia, maka untuk menghidupi diri dan keluarga mereka, para mubaligh ini bekerja melalui cara berdagang, para mubaligh inipun menyebarkan Islam kepada para pedagang dari penduduk asli, hingga para pedagang ini memeluk Islam dan meyebarkan pula ke penduduk lainnya, karena umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kerajaan Islam penting termasuk di antaranya: Kerajaan Samudera Pasai, Kesultanan Banten yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Eropa, Kerajaan Mataram, Kerajaan Iha, Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku.
Pages
Visit Banda Aceh 2011
Total Tayangan Halaman
salju
*
Blog Archive
Labels
- aceh tourism (3)
- cerita (1)
- HURA-HURA (2)
- kkkerennn (1)
- obat-obatan (1)
- opini (1)
- puisi (8)
- Resep (8)
- SEJARAH (27)
- visit aceh (8)
- wisata (11)
bagaimana menurut anda?
Welcome to aceh
welcome to Aceh
Diberdayakan oleh Blogger.
aceh
kekhasan aceh
Entri Populer
-
Suku Gayo adalah sebuah suku bangsa yang mendiami dataran tinggi di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Suku Gayo mendiami tiga kabupaten yai...
-
Provinsi Aceh sebagaimana provinsi lainnya di Indonesia merupakan salah daerah yang kaya akan kebudayaan. Sejarah telah membuktikan ...
-
Puisi Aceh oleh Gola Gong KOTA CAHAYA Lailahailallah… Segala tumpah di kota cahaya. Cahaya mengambang tubuh tersayang. Sayangku hilang d...
-
Pendahuluan Pelestarian pusaka (warisan budaya), baik alam maupun budaya hingga saat ini belum dianggap sebagai hal yang penting. Ha...
-
HAMPARAN pasir putih membentang luas sepanjang pantai Uj.Suedeun. Riak ombak dan hembusan angin yang mengayunkan pohon kelapa, memecahkan...
-
Kerajaan Linge terbentuk tahun 416 H/1025 M dengan raja pertamanya adalah Adi Genali. Adi Genali (Kik Betul)mempunyai empat orang anak yaitu...
-
KANJI RUMBI [Bubur Ayam a la Aceh] Bahan : - 1/4 Kg beras (cuci dan rendam), - 1/2 ekor ayam cuci bersih, - 250...
-
"Pucok krung" yang terletak di kawasan alur sungai pinang kecamatan jempa kabupaten aceh barat daya merupakan sebuah tempat rek...
-
Sebagai mana masyarakat lainnya di Indonesia, masyarakat Gayo merefleksikan cita rasa seninya melalui berbagai bentuk. Seni suara sebagai c...
-
Entah berapa juta gulden yang dikeluarkan belanda untuk menaklukkan Aceh pada masa pemerintahan mereka.Lalu saat jepang datang mereka melaku...
Pengikut
Mengenai Saya
Copyright (c) 2010 miftahul syifa. Design by VacationRealty
Themes By Buy My Themes And Viajesyrelax.

